Sunday, December 18, 2016

Belajar Drum Tanpa Drum dan Cara Membuat Peralatannya

Halo teman-teman drummer, ketemu lagi kita, dan kali ini saya mau menjawab pertanyaan dari salah satu teman kita yang bertanya kepada saya di facebook saya. Yuk kita lihat pertanyaannya dia itu apa di bawah ini,

Belajar Drum Tanpa Drum dan Cara Membuat Peralatannya

Saya copy pastekan pertanyaannya di bawah ini,

Bang saya habis nonton video abang yang judulnya belajar drum tanpa drum.saya mau nanya alat2 yg di pakai buat bikin drum yang ada di video itu apa saja?

Nah sepertinya dia memang sudah pernah menonton video saya, entah itu kalau teman-teman search dengan kata kunci "belajar drum tanpa drum" di youtube akan nongol videonya atau teman kita yang satu itu menonton video saya yang di bawah ini,


atau kalau dia melihat foto saya yang saya dulu sempat membuat artikel dimana foto di bawah ini merupakan drumset pad yang saya buat ketika saya di Bogor, karena saat itu studio musik saya rame banget yang latihan, jadi kadang saya ngga sempat dan ngga bisa menggunakan studio saya untuk latihan karena yang nyewanya juga banyak.

Jadilah kemudian saya membuat drumset pad seperti yang terlihat di bawah ini,

Belajar Drum Tanpa Drum dan Cara Membuat Peralatannya

Nah itu saya bahas aja sekalian ya, jadi nanti kalau teman-teman mau membuat sendiri juga sudah bisa.


Cara Membuat Drumset Pad

Sebenarnya sih saya ngga membuat sendiri, yang saya buat sendiri itu hanya kick pad, yaitu yang ada videonya di bagian atas dari artikel ini. Itu saya memang membuat sendiri, dan kalau kick pad itu bahan-bahannya adalah:
  1. Kayu, kebetulan waktu itu saya mencari di pinggir jalan kan suka ada yang jual kayu-kayu gitu ya. Banyak orang menyebutnya Madura, beli kayu aja di Madura. Nah saya beli disitu, kebetulan memang sudah ada kayu potongan yang kebetulan pas dengan ukuran pedal saya. Jadi saya tinggal membeli saja dua karena saat itu saya ingin membuat dua buah kick pad. Kayunya itu kalau ngga salah dulu saya beli satunya itu Rp 5000,- dan karena saya belinya dua jadi Rp 10.000,- deh keluar uangnya.
  2. Siku, ini saya beli di toko material. Tinggal bilang aja beli siku, dulu kalau ngga salah harganya itu Rp 15.000,- untuk satu siku. Karena saya butuh dua jadi ya keluar uang Rp 30.000,- 
  3. Kemudian saya lihat triplek di rumah, ternyata ada, jadi ngga perlu beli triplek. Triplek ini saya gunakan untuk membuat tempat untuk nanti menaruh pedal di kick pad tersebut. 
  4. Busa, nah ini kalau di Bogor bisa membeli busa ukuran kecil, yang kalau tidak salah harganya Rp 20.000,-. Kan ada juga tuh yang jual busa ukuran kasur. Beli satu juga ngga bakalan habis untuk seumur hidup itu mah.
  5. Sekrup, nah ini untuk saya merekatkan sikunya ke kayunya, kemudian saya bor. Kalau bor mah pasti sudah ada ya atau pinjem aja ke tukang yang ada di rumah, nanti juga dipinjemin.
Nah kurang lebih itu bahan-bahannya dan kemudian saya kerjakan sendiri semua itu dan akhirnya bisa deh jadi. Ini teman-teman bisa lihat hasil karya dari murid saya, dia les drum sama saya terus kemudian dia berpikir untuk beli drum, lalu saya bilang, "Ngapain sih beli drum? Buat peredaman ruangnya biasanya jauh lebih repot dan jauh lebih mahal".

Terus kemudian dia nanya, "Jadi gimana dong mas?" Nah kemudian saya jelaskan, dan jadilah seperti terlihat pada gambar di bawah ini,

Belajar Drum Tanpa Drum dan Cara Membuat Peralatannya

Nah jadi deh seperti itu untuk dia latihan. Jadi kalau teman-teman ada pertanyaan silakan aja bertanya lewat facebook saya, tapi kalau sudah detail pertanyaannya dan teman-teman ada di Jakarta, sudah teman-teman les drum saja langsung dengan saya.

Les drum dengan saya itu murah banget lho ketimbang les drum lain di seluruh Jakarta. Ngga percaya?? Silakan aja dibaca di artikel KURSUS DRUM MURAH DI JAKARTA INI, dan nanti silakan aja bandingkan dengan tempat les drum yang lain.

Nah kalau begitu saya sudahi dulu ya sharing dari saya menjawab pertanyaan teman kita yang bertanya mengenai belajar drum tanpa drum dan cara membuat peralatannya. Semoga menjawab dan bisa menginspirasi teman-teman yang lain. Salam drummer dan terus latihan yaa..



Baca juga:
  1. Drummer Solo Vs Drummer Band, Apa Bedanya?
  2. Apakah Single Pedal Itu Pasti Single Chain?
  3. Cara Melatih Kaki Single Pedal Di Permainan Drum

Drummer Solo Vs Drummer Band, Apa Bedanya?

Halo teman-teman drummer kali ini saya mau menjawab lagi salah satu pertanyaan dari teman kita. Dia bertanya mengenai drummer solo vs drummer band, apa bedanya di antara keduanya? Nah kita lihat yuk pertanyaan dari teman kita di bawah ini,

Drummer Solo Vs Drummer Band, Apa Bedanya?

Kali ini saya mau menjawab pertanyaan dari teman kita ini berdasarkan pengalaman saya aja ya. Semoga aja bisa menjawab pertanyaan dari teman kita tersebut dan juga siapa tahu bisa memberikan ide untuk teman-teman yang lain.


Drummer Solo Vs Drummer Band

Untuk teman-teman yang ingin lebih detail bisa membaca bukunya Roy Burns, yang seperti terlihat di bawah ini,


Nah di buku tersebut dijelaskan banyak hal mengenai drummer solo dan drummer band. Okey sekarang saya menjelaskan dari pengalaman saya ya.

Drummer solo, kalau kita mengacu kepada drummer solo, ini adalah seorang drummer yang biasanya tidak punya band tetap. Atau dia punya band tetap tapi dia juga punya banyak band lainnya. Kalau kita lihat kepada band pop yang masuk major label biasanya tidak diperbolehkan untuk satu drummer punya banyak band. Mungkin karena memang job dari satu band tersebut sudah sangat padat, sehingga kalau drummer tersebut mempunyai band yang lain selain band tersebut maka nantinya dikhawatirkan akan mengganggu band tersebut.

Jadwal bandnya bisa jadi kacau karena harus mengikuti jadwal mainnya si drummer tersebut. Kan jadi repot tho? Itulah mengapa biasanya band-band pop major label yang besar tidak diperbolehkan punya lebih dari satu band, walaupun mungkin ada perkecualian, misalnya kalau mereka main sebagai drummer di band lain, hanya sebagai additional saja dan tidak boleh menjadi personil tetap.

Dan tentunya juga harus memperhatikan dan mengutamakan jadwal band pertamanya. Kalau jadwal band pertamanya dia mengharuskan dia untuk perform maka bila ada jadwal manggung dengan band lain, jadwal manggung tersebut harus tidak boleh dia ikuti.


Session Player Drummer

Drummer solo atau disini saya mengambil bahasa session player. Nah untuk menjadi seorang session player dituntut kemampuan yang lebih di dalam bermain drum. Dan juga dituntut kemampuan untuk bisa membaca not balok dengan baik, karena session player drummer ini biasanya dapat job dari banyak tempat. Entah itu ngisi drum untuk artis siapa misalnya yang lagi naik daun butuh didrumkan untuk album terbarunya dia.

Nah kemudian sang session player drummer tersebut diminta untuk mengisi drum di albumnya tersebut. Sudah tentu kalau drummer yang seperti ini harus sangat bisa menekan egonya, dan bisa memberikan permainan drum seperti apa yang diminta oleh yang menyewanya.

Saya menggunakan kalimat "drummer pesanan", karena dia tidak bisa semau dia saja di dalam mengisi drum untuk lagu tersebut. Dia harus bertanya mau diisi seperti apa drumnya? Nanti mungkin dia memberikan beberapa pilihan kepada orang yang menyewanya tersebut, atau kalau orang yang menyewanya tersebut sudah punya gambaran beat drumnya seperti apa, maka orang yang menyewanya tersebut akan menjelaskan seperti ini nanti beat drumnya, dan sang drummer pesanan ini harus mau mengikuti keinginan dan permintaan dari sang pemesan tersebut. Karena kan dia yang bayar si drummer tersebut.

Jadi memang untuk menjadi seorang session player drummer itu jauh lebih berat ketimbang menjadi seorang drummer di band. Sekarang kita bahas yuk mengenai drummer band.


Drummer Band

Kalau drummer band ini biasanya berangkat dari pertemanan, kemudian membuat band bersama-sama dan kemudian mereka membuat lagu dan membuat album dan ternyata orang-orang pada suka dengan lagu mereka. Sehingga kemudian mereka pun menjadi band papan atas atau band yang dikenal di seluruh negeri. 

Kalau menjadi drummer band, bisa lebih leluasa, karena sang drummer bisa mengisi semaunya dia seperti apa, tinggal kemudian kompromi saja dengan teman-teman satu bandnya. Kalau memang di band tersebut dia yang dianggap leader atau pemimpinnya atau ketika dia buat band itu memang dia yang buat, maka biasanya teman-teman yang lain akan membiarkan saja dia bermain drum sekehendak hatinya.

Tentunya batasannya juga akan lebih longgar ketimbang kalau sebagai session player drummer. Kalau sebagai session player drummer kita tidak boleh menolak kalau si pemesan meminta kita bermain drum untuk albumnya dengan permainan drum yang menurut kita ngga masuk untuk lagunya. Mungkin kita bisa menjelaskan dengan perlahan tapi kemudian kalau sang pemesan tetap ngotot dan maunya seperti itu, ya mau ngga mau sang session player drummer harus mau memainkan sesuai dengan pesanan yang penyewa tersebut. Berbeda dengan kalau drummer band, dia akan lebih bisa mengisi sekehendak hatinya dan bisa lebih diterima oleh teman-temannya karena memang satu permainan.

Nah kira-kira seperti itu teman-teman, kalau teman-teman ingin mengetahui lebih jauh lagi, atau ingin berdiskusi dengan saya, silakan saja teman-teman bisa ikutan les drum dengan saya. Nanti kita bisa berdiskusi lebih panjang lebar lagi tentunya.

Untuk biaya les drum dengan saya dan alamatnya dimana, silakan teman-teman bisa membacanya di artikel KURSUS DRUM MURAH DI JAKARTA INI. Kalau begitu saya sudahi dulu ya sharing saya kali ini mengenai drummer solo Vs drummer band, apa bedanya? Semoga bisa menjawab pertanyaan dari teman-teman dan salam drummer!




Baca juga:
  1. Apakah Single Pedal Itu Pasti Single Chain?
  2. Gimana Caranya Agar Main Drum Rileks?
  3. Cara Melatih Kaki Single Pedal Di Permainan Drum

Apakah Single Pedal Itu Pasti Single Chain?

Halo teman-teman drummer dimanapun kalian berada, kali ini saya mau jawab pertanyaan lagi dari salah satu teman kita yang bertanya. Langsung saja yuk kita lihat pertanyaannya pada gambar di bawah ini,

Apakah Single Pedal Itu Pasti Single Chain?

Apakah Single Pedal Itu Pasti Single Chain?

Saya sebenarnya sudah pernah membuat artikel mengenai pengenalan pedal, saya buat disitu membahas mengenai single chain pedal, kemudian saya bahas juga mengenai double chain pedal, kemudian juga ada saya bahas mengenai nylon strap pedal dan direct drive pedal. Jadi sangat lengkap artikel yang saya buat tersebut.

Teman-teman bisa membaca artikel saya yang berjudul Mengenal Pedal Drum, silakan dibaca dulu aja. Kalau teman-teman sudah membaca artikelnya maka teman-teman akan mengerti bahwa single pedal itu tidak pasti single chain, dan tidak harus selalu single chain.

Single pedal itu ada yang double pedal, ada yang nylon strap bahkan single pedal itu ada yang direct drive. Jadi jawabannya adalah TIDAK ya, single pedal itu tidak pasti selalu single chain.

Nah selanjutnya kalau teman-teman ingin bertanya lagi, silakan aja bisa bertanya lewat facebook saya, nanti kalau saya ada waktu saya jawab pertanyaan kalian dalam bentuk artikel seperti ini ya. Atau kalau teman-teman berada di daerah Jakarta dan ingin les drum dengan saya, silakan aja langsung bisa les drum. Masalah berapa biaya dan alamat saya dimana, silakan teman-teman bisa membaca di artikel KURSUS DRUM MURAH JAKARTA INI.

Kalau begitu saya sudahi dulu ya artikel saya menjawab pertanyaan dari salah satu teman kita mengenai apakah single pedal itu pasti single chain? Semoga menjawab ya dan salam drummer!



Baca juga:
  1. Perbedaan Double Beat Dengan Double Bass
  2. Untuk Genre Rock Lebih Baik Single Chain Pedal Atau Double Chain Pedal?
  3. Cara Melatih Kaki Single Pedal Di Permainan Drum

Cara Melatih Kaki Single Pedal Di Permainan Drum

Halo teman-teman drummer, kali ini saya mau menjawab lagi pertanyaan dari salah satu teman kita yang ditanyakan melalui facebook saya. Kita langsung lihat saja yuk pertanyaan dari teman kita tersebut pada gambar di bawah ini,

Cara Melatih Kaki Single Pedal Di Permainan Drum

Kalau saya copy pastekan pertanyaan dari teman kita tersebut di bawah ini,

Edin Arsana Om mautanya nih? gimana cara ngelatih kaki singel pedal supaya lebih baik lagi?
mohon infonya?


Cara Melatih Kaki Single Pedal

Langsung saja ya saya jawab pertanyaan dari teman kita tersebut. Sebenarnya saya sudah pernah membuat artikel menjelaskan mengenai  hal ini. Silakan teman-teman bisa membaca dan melatih latihan yang saya berikan di artikel yang judulnya Latihan Untuk Melatih Kaki Kita Bagian 1, itu dipelajari saja sampai bagian ke delapan kalau tidak salah saya membuat artikelnya, dan saya juga sertakan videonya mencontohkan saya memainkan ketukan di drum tersebut.

Kalau ternyata videonya sudah terhapus ya mohon maaf, kalau begitu sebaiknya mungkin teman-teman bisa langsung les drum saja dengan saya kalau begitu. Kebetulan saya memang membuka kursus drum yang berlokasi di rumah saya.

Untuk detail mengenai berapa biayanya dan juga alamat lengkapnya silakan teman-teman bisa mengklik pada artikel KURSUS DRUM JAKARTA MURAH INI. Kalau begitu sepertinya saya sudah menjawab ya pertanyaan dari teman kita ini.

Dan satu saran saya, yaitu.. LATIHAN YANG BANYAK! Karena hanya dengan latihan yang banyaklah kita bisa bagus memainkan pedal drum kita, entah itu kita menggunakan single pedal atau menggunakan double pedal.

Semoga sharing dan jawaban pertanyaan dari cara melatih kaki single pedal di permainan drum ini bisa menjawab dan bermanfaat untuk teman-teman drummer semua di tanah air ya. Salam drummer dan jangan lupa latihan!



Baca juga:
  1. Tips Membeli Drum Untuk Pemula
  2. Nama-Nama Teknik Dalam Permainan Drum
  3. Perbedaan Double Beat Dengan Double Bass

Untuk Genre Rock Lebih Baik Single Chain Atau Double Chain Pedal?

Halo teman-teman drummer dimanapun kalian berada, ketemu lagi dengan saya Iman Prabawa. Nah kali ini saya mau sharing dan menjawab pertanyaan dari teman kita yang bertanya mengenai untuk genre rock lebih baik single chain atau double chain pedal?

Kita bisa lihat pertanyaan dari teman kita tersebut pada gambar di bawah ini,

Untuk Genre Rock Lebih Baik Single Chain Atau Double Chain Pedal?

Nah sekarang saya coba jawab ya pertanyaan dari teman kita tersebut. Semoga bisa menjawab dan bisa memberikan ide ya.


Genre Rock Enakan Double Chain Atau Single Chain?

Untuk teman-teman yang belum tahu double chain itu apa dan single chain itu apa, teman-teman bisa membaca artikel saya yang berjudul Mengenal Pedal Drum terlebih dahulu karena disitu saya menjelaskan secara lebih mendetail mengenai perbedaan dari keduanya itu seperti apa.

Dan kalau teman-teman sudah baca artikelnya silakan dilanjut membaca artikel saya menjawab pertanyaan dari teman kita mengenai untuk genre rock lebih baik single chain atau double chain pedal ini.

Saya akan jawab menurut pengalaman saya ya. Sebenarnya ini tergantung kebutuhan kita sih, kita butuh power di pedal kita atau kita butuh speed di permainan drum kita. Walau genrenya rock kan ada yang lebih mengutamakan kecepatan, misalnya seperti lagu-lagunya Blink 182, misalnya walau dia menggunakan satu pedal, dia banyak sekali memainkan teknik slide misalnya, atau kalau kita lihat misalnya seperti permainan drumnya George Kollias itu kan yang dia butuhkan adalah kecepatan, karena dia bermain hingga tempo 280 BPM.

Untuk teman-teman yang belum tahu BPM itu apa, teman-teman bisa membaca terlebih dahulu artikel-artikel saya sebelumnya yang ada di blog saya ini mengenai apa itu BPM. Silakan aja dibaca agar teman-teman nantinya ketika membaca tulisan ini bisa nyambung dan bisa mengerti.

Nah di pedal pun ada kriterianya, seperti misalnya di pedal DW. Saya ngomong pedal DW karena memang saya menggunakan jadi lebih tahu, dan dulu kebetulan saya salah beli pedal. Dua single pedal yang saya beli untuk drum double bass saya, dan ternyata saya membeli dua tipe pedal DW yang berbeda, sehingga pada akhirnya saya jadi tahu.

Karena memang dua pedal itu rasanya berbeda sekali. Walau saya sudah atur sampai botak sekalipun itu pedalnya, tetap aja ngga akan sama, karena memang dirancangnya juga untuk dua kebutuhan yang berbeda. Yang satu dirancang untuk kecepatan, sementara yang satunya dirancang untuk power. Tipe yang AD atau Accelerated Drive dari pedal DW itu adalah yang dibuat untuk mengejar kecepatan.

Jadi untuk teman-teman yang suka ngebut-ngebut nih, belilah yang pedal DW tipe yang AD tersebut ya. Dan kalau suka ngebut tentunya jangan lupa menggunakan helm ya! Hihihi kriuk kriuk. Sementara untuk yang power itu tipe pedal DWnya adalah TD atau Turbo Drive. Jadi seperti itu kira-kira.


Single Chain atau Double Chain?

Dan sekarang kita kembali ke masalah single chain atau double chain. Kalau pengalaman saya menggunakan single chain dan double chain, dan kalau kita lihat sekarang ini pedal yang beredar di pasaran lebih banyak yang menggunakan double chain, karena sepertinya memang double chain itu jauh lebih kokoh dan tahan lama kalau kita gunakan ketimbang single chain. Tapi memang tergantung gimana kita menggunakannya juga sih.

Kalau single chain itu terasa lebih cepat kalau di saya sih, jadi kalau memang ingin mengejar kecepatan pengalaman saya sih menggunakan single chain yang tipe accelerator terasa lebih cepat ketimbang menggunakan double chain. Nah itu tadi butuhnya teman-teman yang mana untuk permainan drum teman-teman? Jadi sebenarnya semua disesuaikan dengan kebutuhan kita dalam bermusik, jadinya nanti kita bisa membeli pedal drum sesuai dengan kebutuhan kita.

Kalau teman-teman ingin konsultasi lebih jauh lagi mengenai masalah ini, teman-teman bisa langsung saja ikutan les drum dengan saya. Kebetulan saya memang membuka kursus drum yang bertempat di rumah saya. Dimana alamat lengkapnya dan berapa biayanya kalau teman-teman les drum dengan saya? Silakan saja teman-teman bisa melihatnya dengan mengklik link untuk artikel KURSUS DRUM DI JAKARTA INI.

Kalau begitu saya sudahi dulu ya sharing dari saya menjawab pertanyaan dari teman kita tersebut mengenai untuk genre rock lebih baik single chain atau double chain pedal? Semoga bisa menjawab pertanyaan dari teman-teman tersebut ya. Salam drummer!



Baca juga:
  1. Single Chain Pedal
  2. Double Chain Pedal
  3. Review Pedal Drum Speed Cobra

Gimana Caranya Agar Main Drum Rileks?

Halo teman-teman semuanya, kali ini saya mau menjawab lagi pertanyaan dari salah satu teman kita yang bertanya melalui facebook mengenai perdruman. Yuk langsung saja kita baca pertanyaan dari teman kita tersebut di bawah ini,

Gimana Caranya Agar Main Drum Rileks?

Kalau saya copy pastekan pertanyaannya di bawah ini,

Sore pra om master saya mau nanya nih!!gmnh si caranya biar saat kita main itu biar rileks dan temponya ga kabur kaburan heheheheh
Mohon pencerahannya !!😂😂😂😁

Sekarang mari kita jawab yuk pertanyaan dari teman kita tersebut.


Gimana Caranya Agar Main Drum Rileks?

Ini biasanya memang terjadi sama para drummer yang baru saja belajar, ingin langsung buru-buru bisa main drum. Ingin langsung buru-buru jago juga. Nah hal yang seperti ini yang biasanya membuat kita pada akhirnya bermain tidak rileks.

Yang perlu kita pahami adalah bahwa segala sesuatunya itu butuh waktu, ada prosesnya, seperti kita lihat bayi baru lahir ngga langsung bisa berlari kan? Dia belajar merangkak dulu, dan ngga baru lahir terus bulan depan langsung belajar merangkak kan?

Semua ada waktunya, jadi saran saya adalah kalau kita berlatih drum, usahakan gunakan metronome untuk membuat kita tidak menjadi terburu-buru dalam latihan. Gunakan metronome dari tempo yang nyaman, dimana kita bisa bermain tanpa beban, dan kalau itu harus temponya sangat rendah sekali, misalnya di tempo 40 BPM katakanlah, ya biarkan saja.

Kita harus bersabar berlatih di tempo 40 BPM tersebut, hingga pada akhirnya kita bisa meningkat perlahan-lahan tempo kita. Intinya adalah SABAR! Jangan paksakan untuk menaikkan temponya kalau memang kita belum bisa memainkannya dengan nyaman. Gimana tahunya kalau kita sudah bisa memainkannya dengan nyaman?? Pastinya kita akan tahu karena saat itu tercapai kita bisa memainkan drum tanpa beban dan tanpa mikir.

Kapan hal itu terjadi? Kalau kita sudah latihan dengan jumlah jam yang cukup sehingga memungkinkan kita untuk bisa memainkan drum tersebut dengan sangat santai. Ini saya beri contoh misalnya naik motor deh. Buat teman-teman yang sudah lama membawa motor, masih ingat ngga pertama kali sekali teman-teman membawa motor?

Inget rasanya? Masih kagok kan? Dan ngga bisa santai bawanya kan? Memperhatikan dengan seksama kiri dan kanan kita dan takut kalau ada kendaraan lain yang lewat. Tapi gimana rasanya ketika teman-teman sudah membawa motor tersebut selama 5 tahun? Rasanya sudah beda kan? Ketika teman-teman sudah membawa motor setiap hari selama 5 tahun maka teman-teman sudah bisa santai membawa motornya, bahkan sambil berhandphone-an aja sudah bisa. Walau memang membawa motor sambil berhandphone-an itu SEBAIKNYA TIDAK DILAKUKAN!

Tapi yang saya bahas bukan masalah naik motor sambil berhandphone-an, dan saya juga ngga menyuruh untuk itu, tapi rasa santainya itu udah teman-teman dapatkan ketika mengendarai motor. Kenapa? Karena teman-teman sudah membawa motor untuk waktu yang begitu lama. Nah begitu juga dengan drum, kalau teman-teman sudah melatihnya begitu lama, nanti teman-teman akan merasakan rasa rileks ketika bermain drum.

Kalau teman-teman jarang latihannya ya ngga akan pernah merasakan rileks bermain drum. Perhatikan para drummer master, mereka tetap latihan walau mereka sudah berada di posisi mereka yang sekarang. Minimal mereka tetap latihan selama 2 jam setiap harinya.

Untuk apa lagi mereka latihan padahal mereka sudah jago? Untuk mempertahankan kejagoannya dan meningkatkan hal-hal yang lain yang mereka belum tahu. Drummer master itu bukan berarti mereka tahu dan bisa memainkan segalanya lho, karena yang tahu segalanya itu hanya Allah SWT tentunya.


Punya Guru Drum Yang Bagus

Nah ini juga menjadi salah satu hal yang sangat penting kalau menurut saya, karena kalau teman-teman mempunyai guru drum yang bagus, teman-teman akan bisa mendapatkan banyak masukan dari guru drum tersebut berdasarkan pengalamannya dia. Dan ini tentunya akan mempersingkat waktu teman-teman dalam belajar drum.

Kalau teman-teman belajar drum secara otodidak, tidak ada yang membimbing, sehingga teman-teman harus nyobain latihan dan ngga tahu salah atau ngga yang teman-teman latih tersebut. Baru tahu salah atau ngganya mungkin setelah 4 tahun latihan hal tersebut. Kan sayang tho? Jadinya buang-buang waktu, sementara kalau teman-teman punya guru drum yang bagus, ada yang memberitahu teman-teman kalau ternyata yang teman-teman latih itu salah. Jadi tidak harus buang waktu selama 4 tahun untuk tahu kalau apa yang teman-teman latih itu ternyata salah.

Uang bisa dicari, tapi waktu apa bisa dikembalikan? Udah hilang waktu 4 tahun nih, saya minta balik ah waktu 4 tahun saya yang terbuang karena latihan yang salah. Bisa? Ngga bisa tentunya kan? Makanya cari guru drum yang bagus!

Kalau teman-teman ada di Jakarta, sangat saya sarankan untuk teman-teman les drum di KURSUS DRUM DI JAKARTA INI. Silakan dibaca detailnya di link tersebut, dan nanti akan sangat menghemat waktu teman-teman untuk menjadi seorang drummer yang bisa  bermain dengan bagus.

Nah kalau begitu saya sudahi dulu ya sharing saya menjawab pertanyaan dari salah satu teman kita tersebut mengenai gimana caranya agar main drum rileks? Semoga bisa menjawab dan salam drummer!



Baca juga:
  1. Cara Mengatasi Kebosanan Dalam Bermain Drum
  2. Permainan Drum Yang Baik dan Benar Itu Kaya Gimana?
  3. Drum Merek Apa Yang Harganya Murah?

Sunday, December 11, 2016

Cara Mengatasi Kebosanan Dalam Bermain Drum

Halo teman-teman ketemu lagi kita, kali ini saya ingin menjawab pertanyaan dari salah satu teman kita yang bertanya melalui facebook. Kita langsung lihat saja yuk pertanyaan dari teman kita tersebut pada gambar di bawah ini,

Cara Mengatasi Kebosanan Dalam Bermain Drum

Pertanyaan ini ditanyakan oleh teman kita di salah satu forum drummer yang ada di facebook, dan yang saya perhatikan jawabannya pun beragam sekali. Nah saya ingin sharing kalau dari jawaban dan berdasarkan pengalaman saya bermain drum selama lebih dari 15 tahun adalah seperti berikut.


Kalau Bosan Berarti Sebenarnya Tidak Suka Dengan Drum!!

Ada yang menjawab seperti itu. Kalau bosan berarti sebenarnya kita ngga suka dengan drum, hanya diluarnya aja kita sepertinya suka tapi kenyataannya kita tidak menyukai permainan drum. Itu buktinya bisa bosan!

Kalau saya sendiri saya jujur NGGA SETUJU dengan jawaban yang ini. Mengapa? Karena namanya bosan itu wajar sih. Apalagi kalau latihan drum kita setiap  harinya tergolong sangat  intensive sekali. Dalam sehari kita bisa latihan drum di atas 3 jam. Atau katakanlah seperti yang dulu pernah saya lalui, latihan drum setiap hari selama 8 jam. Ini saya lakukan rutin setiap hari selama 18 bulan.

Di dalam 18 bulan itu yang saya rasakan, saya sempat mengalami kebosanan dan sempat malah muak dengan yang namanya drum. Kenapa? Ya karena ketemu setiap hari, latihan setiap hari dengan waktu latihan yang sangat tinggi. Adakalanya ketika saya habis latihan itu saya udah ngga mau mendengar sama sekali musik.

Dan yang saya rasakan adalah saya hanya butuh ketenangan. Kalau saya ketemu teman saya yang kemudian menyetel musik di mobilnya, saya minta tolong matikan ke dia, karena saya hari itu sudah cukup mabok mendengar musik karena saking lamanya saya latihan drum.

Saya pernah mengalami hal-hal seperti itu. Saya beri analogi juga nih, misalnya kita suka dengan satu makanan, katakanlah spaghetti. Kita suka banget sama yang namanya spaghetti. Lalu kemudian kita makan spaghetti itu setiap hari, dan tiga kali sehari. Pokoknya tiap kali kita lapar dan mau makan menunya ngga pernah berubah, hanya spaghetti yang kita suka mampus itu.

Dalam sebulan gimana teman-teman? Dengan menu yang sama sehari tiga kali, selama sebulan yakin ngga bosan makan spaghetti terus? Walaupun kita amat sangat menyukai makanan tersebut lho. Pastinya bosan kan ya? Jadi wajar kalau menurut saya kalau kita mengalami yang namanya kebosanan di dalam permainan drum.

Di bukunya Roy Burns yang sempat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, dia menulis juga bahwa sangat wajar sekali drummer mengalami kejenuhan dan bosan dalam bermain drum. Steve Smith juga pernah berbicara di salah satu DVD-nya dia bahwa dia sering mengalami kebosanan itu, dan kemudian tinggal gimana solusinya kita menyikapi kebosanan itu.


Apa Cara Mengatasi Kebosanan?

Kalau saya sendiri stop dulu, sama seperti kita makan spaghetti tadi. Spaghettinya diganti sama makanan lain aja dulu, biar ngga bosan. Kita lakukan kegiatan lain di luar drum untuk sementara. Sampai rasa bosan kita hilang baru nanti kemudian kita bisa latihan lagi. Tapi kemudian ada yang bertanya begini, "Kalau kita ngga main drum lagi terus kita jadi terus terusan malas untuk memulai main drum lagi gimana?". Jadi maksudnya dia itu kalau kita mencoba kegiatan lain di luar drum takutnya kita jadi kecanduan sama kegiatan lain tersebut dan pada akhirnya malah meninggalkan drum.

Nah gimana kalau begitu teman-teman? Nah kalau ini yang terjadi, baru saya bisa bilang bahwa sesungguhnya drum bukan prioritas buat kita dan drum bukan sesuatu yang kita sukai. Buktinya itu malah ngga mau lagi main drum. Bosan itu wajar, tapi kalau sampai meninggalkan dan ngga mau lagi main drum, ya berarti memang ngga cinta dan ngga segitu sukanya dengan drum. Ngga ada rasa kangen untuk bermain drum lagi malah jadi malas bermain drum setelah menekuni kegiatan baru.

Itu sih kalau menurut saya. Jadi memang wajar sekali yang namanya bosan. Dan kalau teman-teman ingin mendapatkan atau ingin sharing dan bertanya mengenai drum, yang lain dari masalah ini. Kenapa teman-teman tidak les drum saja dengan saya? Nanti di kelas saya, teman-teman bebas mau nanya apa saja silakan, saya akan menjawab di kelas drum saya.

Nah kalau begitu tunggu apalagi? Langsung daftar aja ya di kelas drum saya. Berapa sih biayanya untuk les drum sama saya? Tenang! Harganya sangat murah kalau teman-teman bandingkan dengan tempat les drum lain yang ada di Jakarta. Ngga percaya? Coba aja dibaca detail informasi biaya les drum di saya di artikel TEMPAT KURSUS DRUM JAKARTA INI.

Dan kemudian silakan aja dibandingkan dengan tempat kursus drum yang lain yang ada di Jakarta, pastinya teman-teman akan menemukan bahwa les drum di saya itu sangat amat jauh lebih murah ketimbang les drum di tempat lain tersebut.

Kalau begitu sampai ketemu di kelas drum saya, dan saya sudahi dulu ya pembahasan kita mengenai cara mengatasi kebosanan dalam bermain drum ini. Salam drummer!



Baca juga:
  1. Permainan Drum Yang Baik dan Benar Itu Kaya Gimana?
  2. Drum Merek Apa Yang Harganya Murah?
  3. Permainan Drum Saya Monoton, Apa Yang Salah?